Apa Itu Garam Dalam Kimia?

162 View

Dalam kimia, garam adalah senyawa ionik yang biasanya berbentuk kristal padat saat kering. Karena garam sering kali merupakan produk dari reaksi netralisasi antara asam dan basa, garam umumnya memiliki pH netral.

Jenis garam yang paling umum di Bumi ada sebagai zat terlarut di lautan kita. Garam, terutama garam meja atau natrium klorida, juga ada sebagai mineral padat kering yang dapat diekstraksi dari tambang garam bawah tanah.

Banyak dari kita mengkonsumsi garam hampir setiap hari, baik sengaja maupun tidak sengaja. Garam meja, misalnya, sering ditambahkan ke makanan baik sebagai pengawet atau untuk meningkatkan rasa. Ini terutama berlaku untuk makanan olahan.

Apa yang dimaksud dengan garam dalam kimia?

Garam didefinisikan dalam kimia sebagai senyawa yang memiliki ikatan ionik, membentuk struktur kristal.
Apa Itu Garam Dalam Kimia?
Sebagai produk dari reaksi netralisasi antara asam dan basa, garam biasanya memiliki pH netral. Beberapa garam, bagaimanapun, dapat menghasilkan larutan asam atau basa ketika dilarutkan dalam air.
Ketika garam dilarutkan dalam larutan berair, ion-ion terpisah menjadi anion bermuatan positif dan kation bermuatan negatif. Ini membuat larutan menjadi konduktor arus listrik yang efektif. Kebanyakan jenis garam adalah senyawa anorganik sederhana dengan ion monoatomik seperti NaCl.
Namun, ada juga garam organik yang memiliki ion poliatomik, seperti asetat atau C2H3O2, yang merupakan produk reaksi antara asam asetat dan basa.

Contoh garam-garam yang digunakan dalam kimia

Garam dapur (natrium klorida) terjadi secara alami, baik dalam larutan seperti air laut atau sebagai mineral padat kering. Salinitas lautan adalah sekitar 3,5% atau 35 bagian per seribu, meskipun ini bervariasi antar wilayah. Sementara itu, garam mineral yang disebut halit (nama lain dari garam batu) ditambang dari endapan garam bawah tanah alami.
Apa Itu Garam Dalam Kimia?
Berikut beberapa contoh garam selain natrium klorida:

1. Kalsium klorida (CaCl2)

Biasanya digunakan untuk menghilangkan es di jalan selama musim dingin, kalsium klorida adalah garam yang dapat dimakan yang memiliki penampilan yang mirip dengan natrium klorida.
Apa Itu Garam Dalam Kimia?

2. Natrium bisulfat (NaHSO4)

jenis garam ini dibuat dari asam sulfat dan biasanya digunakan untuk mengurangi tingkat pH di kolam renang.

3. Tembaga sulfat (CuSO4)

Garam ini ada di mana-mana di laboratorium kimia sekolah karena kemampuannya untuk berubah warna ketika bereaksi dengan zat lain. Tembaga sulfat juga digunakan sebagai fungisida, algasida, dan herbisida.

4. Kalium dikromat (K2Cr2O7)

Kalium dikromat adalah garam jingga yang biasa digunakan sebagai oksidator.

5. Amonium diklorat ((NH4)2Cr2O7

Zat pengoksidasi kuat, amonium diklorat sering digunakan dalam litografi dan pengembangan fotografi.

6. Natrium bikarbonat (NaHCO3

Juga dikenal sebagai baking powder, natrium bikarbonat digunakan sebagai bahan pengembang untuk pengembangan adonan. Garam ini juga merupakan agen pembersih yang populer dan merupakan komponen umum dalam alat pemadam kebakaran.

7. Amonium hidrogen difluorida (NH4HF2

Ini adalah garam asam yang digunakan dalam etsa kaca dan silikat. Kegunaanya lainnya termasuk melindungi kayu dan tekstil pencetakan dan pencelupan. Amonium hidrogen difluorida juga digunakan sebagai antiseptik di tempat pembuatan bir.

Klasifikasi garam

Garam dapat diklasifikasikan menjadi empat kategori besar, tergantung pada pH dan jenis ion yang dikandungnya:

1. Garam biasa

Garam normal terbentuk dari penggantian lengkap reaktan asam dengan logam atau kelompok atom yang bertindak sebagai logam dari basa. Contoh paling umum dari garam normal adalah natrium klorida, atau garam meja.
Garam normal memiliki pH netral

2. Garam asam

Garam asam terbentuk dari penggantian sebagian atom hidrogen dan menghasilkan larutan asam ketika dilarutkan dalam air. Contoh garam asam adalah magnesium hidroksiklorida.

3. Garam basa

Garam basa atau dikenal sebagai garam alkali, merupakan garam basa terbentuk dari reaksi antara asam lemah dan basa kuat. Natrium karbonat adalah contoh garam basa.

4. Garam ganda

Garam ini membentuk dua jenis garam ketika dilarutkan dalam air. Contoh garam rangkap adalah tawas kalium [K2S04.Al2(S04)3 24 H20].

Berbagai jenis garam yang digunakan dalam kimia

Selain kategori yang diuraikan di atas, beberapa zat juga dapat diklasifikasikan sebagai garam anhidrat atau garam terhidrasi.

1. Garam anhidrat

Sementara beberapa garam dapat dilarutkan dalam air, mereka tidak selalu dapat bergabung dengan molekul air itu sendiri. Contoh paling umum dari ini adalah garam meja atau dapur. Meskipun dapat dilarutkan dalam air, garam meja tidak dapat ada dalam bentuk kering yang menggabungkan molekul air. Namun, beberapa garam yang mampu menggabungkan molekul air mungkin juga berada dalam keadaan anhidrat jika molekul air dihilangkan melalui panas.

2. Garam hidrat (terhidrasi)

Garam terhidrasi, seperti tembaga sulfat (CuSO4.5H2O), dapat berada dalam bentuk kristal padat kering meskipun mereka mampu mengintegrasikan molekul air dalam strukturnya. Molekul air dalam jenis garam ini mengkristal bersama dengan kristal garam.

Apa itu larutan garam ?

Larutan garam adalah garam yang berdisosiasi menjadi ion dan memisahkan molekul pelarut untuk membentuk larutan. Terkadang panas dibutuhkan untuk melarutkan garam atau membuat larutan yang lebih jenuh. Garam tertentu seperti merkuri iodida dan timbal sulfat tidak larut dalam air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *