Apa Itu Hujan Asam?

217 View

Apa Itu Hujan Asam?

Hujan asam adalah ungkapan populer yang digunakan untuk menggambarkan hujan, salju, kabut, atau presipitasi lainnya yang penuh dengan asam yang terkumpul di atmosfer karena pembakaran bahan bakar seperti batu bara, minyak bumi, dan bensin.  Hujan asam pertama kali dikenal di Eropa pada akhir 1800-an tetapi tidak mendapat perhatian publik secara luas sampai sekitar tahun 1970, ketika efek berbahayanya terhadap lingkungan dipublikasikan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa di banyak bagian dunia, danau, sungai, dan tanah menjadi semakin asam, mendorong penurunan populasi ikan yang sesuai. Hujan asam terjadi ketika gas yang tercemar terperangkap dalam awan yang melayang ratusan bahkan ribuan mil dan akhirnya dilepaskan sebagai hujan asam. Pepohonan, danau, binatang, dan bahkan bangunan rentan terhadap efek lambat, korosif (mengikis) hujan asam.

Apa Itu Hujan Asam?

Deposisi asam

Pengasaman (proses pembuatan asam) tidak hanya disebabkan oleh endapan hujan asam tetapi juga oleh bahan kimia di salju dan kabut dan oleh gas dan partikulat (partikel kecil) ketika presipitasi tidak terjadi. Penyebab utama deposisi asam buatan manusia adalah

(1) emisi sulfur dioksida dari pembangkit listrik yang membakar batu bara dan minyak dan

(2) emisi nitrogen oksida dari mobil. Emisi ini diubah menjadi asam sulfat dan asam nitrat di atmosfer, di mana mereka terakumulasi dalam tetesan awan dan jatuh ke Bumi dalam hujan dan salju. (Ini disebut deposisi basah.)

Sumber deposisi asam lainnya adalah gas seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida, serta partikel yang sangat kecil (seperti amonium sulfat dan amonium nitrat). Gas dan partikulat ini biasanya diendapkan saat tidak hujan atau turun salju. (Ini disebut deposisi kering.)

Bagaimana hujan asam diukur?

Hujan asam diukur melalui tes pH yang menentukan konsentrasi ion hidrogen dalam satu liter cairan. Skala pH (potensial hidrogen) digunakan untuk mengukur keasaman atau alkalinitas. Ini bernilai dari 0 hingga 14. Air memiliki pH netral 7. (Semakin besar konsentrasi ion hidrogen dan semakin rendah angka pH, semakin asam suatu zat; semakin rendah konsentrasi ion hidrogen dan semakin tinggi angka pH , semakin basa atau basa suatu zat.)

Jadi pH lebih besar dari 7 menunjukkan zat basa sedangkan pH kurang dari 7 menunjukkan zat asam. Penting untuk dicatat bahwa perubahan hanya satu unit pH sama dengan sepuluh kali lipat perubahan konsentrasi ion hidrogen. Misalnya, larutan pH 3, 10 kali lebih asam daripada larutan pH 4. Hujan normal dan salju berukuran sekitar pH 5,60. Dalam ilmu lingkungan, definisi hujan asam mengacu pada pH kurang dari 5,65.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.