Mengapa Alkohol Digunakan Sebagai Pembasmi Kuman?

140 View

Mengapa Alkohol Digunakan Sebagai Pembasmi Kuman?

Alkohol adalah pelarut organik polar yang memecah sel mikroba terbuka dengan melarutkan membran sel mereka dan mendenaturasi protein di dalamnya, menghancurkan kuman dari dalam. Sebelum suntikan atau tes darah, para petugas atau dokter menyeka daerah kulit yang akan disuntik dengan alkohol. Mengapa demikian? Itu karena alkohol adalah germisida, artinya membunuh semua kuman yang ada di kulit kita. Sifat inilah yang menyebabkan mengapa alkohol ditambahkan ke pembersih. Jadi, apa yang membuat alkohol menjadi cairan pembunuh kuman yang efektif?

Alkohol memecah dan menghancurkan sel-sel mikroba

Pertama, untuk memahami bagaimana alkohol membunuh kuman, kita perlu tahu persis apa itu alkohol. Alkohol adalah larutan organik yang memiliki sifat menyukai air dan lemak. Sifat-sifat ini karena alkohol memiliki gugus alkil (-CH3) dan gugus hidroksil (-OH).

Gugus alkil memberikan alkohol sifat menyukai lemak, menjadikannya larutan yang dapat melarutkan lipid. Di ujung lain, gugus -OH memberi alkohol sifat larut dalam air. Alkohol yang paling umum digunakan adalah etanol, juga dikenal sebagai etil alkohol (bahan yang sama yang di minuman).

Mengapa Alkohol Digunakan Sebagai Pembasmi Kuman?

Karena gugus -OH, etanol adalah senyawa polar, yang berarti molekul membawa muatan negatif. Sifat-sifat ini memberikan alkohol aktivitas kumannya. Ketika alkohol dioleskan ke kulit atau permukaan lain, itu melarutkan membran sel bakteri, karena terbuat dari lipid (molekul lemak).

Muatan dan sifatnya juga mendenaturasi semua protein bakteri, menghancurkannya dalam prosesnya. Ini pada dasarnya memecah bakteri dengan melarutkan komponen tubuh mereka. Alkohol tidak hanya membunuh bakteri, tetapi juga jamur dan virus dengan cara ini.

Berapa konsentrasi alkohol yang tepat?

Jika kitaa pernah membaca kandungan alkohol gosok atau pada hand sanitizer, kita pasti pernah melihat bahwa alkohol 100% tidak digunakan. Sebaliknya, diencerkan dengan air karena air juga membantu dalam proses desinfeksi.

Kembali ke contoh pengolesan alkohol pada kulit. Selalu ada kotoran di kulit kita yang menyimpan lebih banyak kuman yang menempel padanya. Air yang ada dalam botol alkohol gosok membantu membersihkan kotoran yang menyimpan kuman. Selain itu, air membantu membuat larutan etanol lebih permeabel terhadap kuman.

Selain itu, etanol sangat mudah menguap dan keberadaan air memperlambat laju penguapan, meningkatkan waktu kontak dengan kuman dan membuatnya lebih efektif. Kita akan menemukan alkohol gosok dengan konsentrasi berbeda, tetapi 70% biasanya yang digunakan. Bahkan di laboratorium-laboratorium, sebelum melakukan pekerjaan apa pun yang membutuhkan kondisi steril, kita masih menggunakan dengan etanol 70%.

Penting untuk tidak mengencerkan alkohol secara berlebihan, karena pada konsentrasi di bawah 60% ia kehilangan kekuatan kumannya. Disisi lain, menggunakan terlalu banyak alkohol (80-100%) bukanlah yang paling efektif karena sebelum membunuh mikroba, alkohol tersebut menguap begitu saja.

Jenis alkohol apa yang digunakan?

Alkohol gosok terutama terdiri dari dua jenis; etil alkohol (etanol) dan isopropil alkohol (isopropanol). Metanol juga dapat digunakan, tetapi itu sangat beracun bagi manusia. Etanol adalah senyawa yang mungkin kita kenal, karena itulah senyawa yang ada dalam minuman beralkohol.

Isopropanol, tidak dapat diminum sama sekali (bukan karena etanol dalam pembersih tangan) dan juga merupakan pembasmi kuman. Keduanya bekerja sebagai pembasmi kuman yang efektif, dengan etanol sedikit lebih unggul dari isopropanol, meskipun isopropanol kurang keras pada kulit kita. Ini karena isopropanol menguap lebih cepat.

Mengapa Alkohol Digunakan Sebagai Pembasmi Kuman?
Hand Sanitiser biasanya mengandung 70% etanol atau isopropanol
Ketika kita mengoleskan pembersih atau alkohol gosok pada kulit kita, kita merasakan sedikit efek pendinginan saat menguap. Dengan demikian, itu juga mengeringkan kulit kita dengan mengambil kelembapan apa pun yang ada di atasnya, sehingga menyebabkan kulit kering. Isopropanol larut lebih cepat daripada etanol, sehingga memiliki efek dehidrasi yang lebih rendah. Sifat ini adalah alasan mengapa isopropanol digunakan untuk membersihkan barang elektronik juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *